Tantangan dan Langkah Pengembangan Industri Kreatif

Tantangan dan Langkah Pengembangan Industri Kreatif – Pemerintah bertekad mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi untuk merealisasikannya tidak mudah. Ada banyak tantangannya.

Pertama, pengaruh harga minyak global yang semakin tak terkendali hingga di atas US$ 134 per barel. Kenaikan ini akan memengaruhi kinerja industri kreatif, terutama pada meningkatnya harga bahan baku dan ongkos produksi.

Tantangan dan Langkah Pengembangan Industri Kreatif

Kedua, carut-marutnya masalah perburuhan, terutama soal tuntutan gaji yang seringkali tidak diimbangi dengan produktivitas. Ketiga, daya saing produk-produk kita yang masih rendah, baik di pasar domestik maupun internasional. Ini bisa memengaruhi volume produksi dari industri kreatif.

Keempat, soal birokrasi perizinan usaha, yang mulai dari soal lamanya pengurusan, besarnya biaya, merajalelanya pungli, dan lain-lain. Kelima, minimnya sosialisasi ekonomi kreatif baik lewat media maupun penyelenggaraan seminar dan penerbitan buku-buku.

Jika pemerintah mampu mengurai lima tantangan tersebut dengan solusi yang konstruktif dan komprehensif, harapan dan target untukmengembangkan ekonomi kreatif di negara kita dalam 5-8 tahun ke depan, sehingga bisa menyumbang 10 persen dari PDB (Produk Domestic Bruto) nasional, akan terwujud.

Dalam buku rancangan Pengembangan Industri Kreatif tahun 2025 Departemen Perdagangan disebutkan langkah-langkah dalam pengembangan Industri Kreatif sebagai berikut:

  1. Pondasi model pengembangan ekonomi kreatif. Pondasi ini sebagaimana disebutkan dalam buku The Rise of Creative Class karangan Richard Florida yaitu inti superti kreatif (Super Creative Core) dan pekerja kreatif profesional (Creative Professional)
  2. Pilar utama model pengembangan ekonomi kreatif. Ada lima pilar utama ekonomi kreatif yaitu industri, teknologi, sumber daya, tatanan sosial dan lembaga intermediasi keuangan.
  3. Aktor utama model pengembangan ekonomi kreatif. Aktor utama ini disebut juga triple helix yaitu cendekiawan, bisnis dan pemerintah.
  4. Aktor Utama dan Faktor Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Industri kreatif memiliki subsektor yang banyak. Ada yang kreasinya berbentuk benda fisik, ada pula yang kreasinya berupa produk non fisik (intangible). Persepsi lembaga keuangan saat ini masih tradisional, hanya mau menyalurkan pinjaman pada industri yang memiliki hasil fisikal dan memiliki lahan fisikal sebagai tempat berproduksi.

Dengan berkembangnya teknologi ICT, saat ini banyak produk produk non fisikal yang memanfaatkan dunia maya (cyberspace) sehingga berbentuk digital. Institusi finansial harus menciptakan perangkat finansial yang mendukung era ini.

Demikian info tentangĀ Tantangan dan Langkah Pengembangan Industri Kreatif semoga bermanfaat.

Sumber: Sukses Membangun Industri Kreatif, Irwan Sudayat SE

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.