Pondasi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pondasi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif – Pondasi industri kreatif adalah sumber daya insani (People) Indonesia yang merupakan elemen terpenting dalam industri kreatif. Keunikan industri kreatif yang menjadi ciri bagi hampir seluruh sektor industri yang terdapat dalam industri kreatif adalah peran sentral sumber daya insani sebagai modal insani dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya.

Pondasi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

Untuk itu, pembangunan industri kreatif Indonesia yang kompetitif harus dilandasi oleh pembangunan SDM yang terampil, terlatih dan terberdayakan untuk Menumbuh kembangkan pengetahuan dan kreativitas. Pengetahuan dan kreativitas inilah yang menjadi faktor produksi utama di dalam industri kreatf.

Menurut Richard Florida, individu-individu kreatif memiliki strata yang disebut sebagai strata kreatif (creative class). Individu-individu pada strata kreatif ini terlibat dalam pekerjaan yang memiliki fungsi untuk “menciptakan bentuk baru yang memiliki arti”.

Dalam bukunya, “The Rise of Creative Class”, Richard Florida menyatakan bahwa strata kreatif ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

1. Inti Super Kreatif (Super Creative Core)

Strata kreatif ini terdiri dari ilmuwan dan insinyur, profesor pada universitas, pujangga dan pengarang cerita, seniman dan seniwati, entertainers, aktor, desainer dan arsitek, pengarang cerita nonfiksi, editor, tokoh budaya, peneliti, analis, pembuat film, dan pekerja kreatif lainnya yang secara intensif terlibat dalam proses kreatif.

Hal utama yang harus dihasilkan dalam pekerjaan kreatif adalah menghasilkan suatu bentuk baru atau desain yang siap untuk digunakan secara luas, misalnya:

  • desain sebuah produk yang dapat dibuat secara luas, dijual dan akhirnya digunakan;
  • teori dan strategi yang dapat diaplikasikan di berbagai kasus;
  • menggubah musik yang dapat dipertontonkan berulang kali.

Individu-individu pada strata ini akan terlibat pada contoh kegiatan di atas secara teratur.

2. Pekerja Kreatif Profesional (Creative Professional)

Individu pada strata ini pada umumnya bekerja pada industri yang memiliki karakterisitik: knowledge intensive seperti industri berbasis teknologi tinggi (high tech), berbasis jasa layanan keuangan, berbasis Hukum, praktisi kesehatan dan teknikal, dan manajemen bisnis.

Individu ini terlibat dalam penyelesaian masalah yang memerlukan kreativitas (creative problem solving) untuk membuat gambaran dari sebuah struktur pengetahuan yang kompleks untuk menyelesaikan masalah yang spesifik.

Untuk dapat melakukan hal ini, pada umumnya akan membutuhkan tingkat pendidikan yang cukup tinggi dan individu pada strata ini sering kali mengaplikasikan atau mengkombinasikan suatu metoda standar dengan cara yang unik sehingga dapat sesuai dengan permasalahan atau situasi yang ada.

Dokter, pengacara, atau manajer seringkali melakukan hal ini untuk menyelesaikan kasus / permasalahan yang dihadapinya. Individu-individu yang berada pada strata ini mungkin saja dapat menjadi individu pada strata inti super kreatif, jika individu ini terlibat dalam proses penciptaan sesuatu yang baru.

Demikian infot tentang Pondasi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif semoga bermanfaat.

Sumber: Sukses Membangun Industri Kreatif, Irwan Sudayat SE

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.