Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Negara

Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Negara – Salah satu keunggulan pengembangan ekonomi kreatif di negara maju adalah budaya. Masyarakat di negara maju sudah sangat menyadari pentingnya ide sebagai aset dalam kegiatan ekonomi.

Elemen masyarakat seperti komunitas, pemerintah, institusi pendidikan dan pelaku usaha berkolaborasi dengan harmonis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, masyarakat di negara maju sangat menghargai perbedaan dan perlindungan hak cipta dari suatu karya sehinggga mendorong tumbuhnya kreativitas.

Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Negara

Selain mempunyai keunggulan dari sisi budaya, negara maju juga mempunyai keunggulan dari sisi pendanaan. Pelaku usaha kreatif di negara maju sangat mudah mendapatkan dana untuk mengembangkan usahanya. Di Amerika Serikat banyak perusahaan pendanaan yang justru mencari usaha-usaha kreatif yang mempunyai prospek bagus di masa depan.

Bidang usaha kreatif yang menjadi produk unggulan negara maju diantaranya yaitu teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan teknologi energi terbaurkan dan teknologi di bidang kesehatan.

Pengembangan dan komersialisasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi serta teknologi dibidang energi terbaurkan di negara maju pilar pengembangan industri kreatif yang menciptakan peluang usaha baru bagi orang-orang yang mempunyai ide kreatif.

Di beberapa negara, ekonomi kreatif memainkan peran signifikan. Di Inggris, yang pelopor pengembangan ekonomi kretif, industri itu tumbuh rata-rata 9 persen per tahun, dan jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara itu yang 2 – 3 persen.

Sumbangannya terhadap pendapatan nasional mencapai 8,2 persen atau US$ 12,6 miliar dan merupakan sumber kedua terbesar setelah sektor finansial. Ini melampaui pendapatan dari industri manufaktur serta migas. Di Korea Selatan, industri kreatif sejak 2005 menyumbang lebih besar daripada manufaktur. Di Singapura ekonomi kreatif menyumbang 5 persen terhadap PDB atau US$ 5,2 miliar.

Ekonomi kreatif termasuk ekonomi gelombang keempat. Alvin Toffler menyebut, ekonomi gelombang pertama bertumpu pada sektor pertanian, ekonomi gelombang kedua pada sektor industri, dan ekonomi gelombang ketiga pada sektor informasi.

Di Indonesia, ekonomi kreatif cukup berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Hanya, ia belum banyak tersentuh oleh campur tangan pemerintah. Ini karena pemerintah belum menjadikannya sebagai sumber pendapatan negara yang penting. Pemerintah masih fokus pada sektor manufaktur, fiskal, dan agrobisnis.

Menurut data Departemen Perdagangan, industri kreatif pada 2006 menyumbang Rp 104,4 triliun, atau rata-rata 4,7 5 persen terhadap PDB nasional selama 2002-2006. Jumlah ini melebihi sumbangan sektor listrik, gas dan air bersih. Tiga subsektor yang memberikan kontribusi paling besar nasional adalah fashion (30 persen), kerajinan (23 persen) dan periklanan (18 persen).

Selain itu, sektor ini mampu menyerap 4,5 juta tenaga kerja dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17,6 persen pada 2006. Ini jauh melebihi tingkat pertumbuhan tenaga kerja nasional yang hanya sebesar 0,54 persen. Namun, ia baru memberikan kontribusi ekspor sebesar 7 persen, padahal di negara-negara lain, seperti Korsel, Inggris dan Singapura, rata-rata di atas 30 persen.

Demikian info tentang Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Negara semoga bermanfaat.

Sumber: Sukses Membangun Industri Kreatif, Irwan Sudayat SE

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.