Pandangan tentang Industri Kreatif

Pandangan tentang Industri Kreatif – Industri pada dasarnya tidak hanya berfokus kepada produksi dari barang atau jasa, tetapi juga terhadap distribusi, pertukaran (sales, komersialisasi) serta konsumsi dari barang dan jasa (lihat kelompok industri menurut wikipedia). Hanya saja industri selalu dikaitkan dengan pabrikasi atau manufaktur (secondary industry), karena pada era industrialisasi ditandai dengan perkembangan secara dramatis dari industri manufaktur ini.

Pandangan tentang Industri Kreatif

Industri merupakan bagian dari ekonomi, atau bisa dikatakan industri merupakan segmentasi dari ekonomi (dalam upaya manusia untuk memilah-milah aktivitas ekonomi secara lebih mendetil).

Industri dapat dibedakan menjadi sektor-sektor utama (versi wikipedia ada empat sektor utama, kalau berdasarkan BPS ada sembilan sektor utama), yang mendasari pembagian lapangan usaha. Kelompok industri kreatif ini (misalnya: musik, periklanan, arsitektur, dan lain-lain) akan memiliki lapangan usaha yang merupakan bagian dari beberapa sektor industri. Sebagian besar dari lapangan usaha industri kreatif ini merupakan industri jasa.

Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa) atau juga Ekonomi Kreatif.

Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Industri kreatif (versi Departemen Perdagangan RI) mengacu pada definisi: “Industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have apotential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property”, contoh: industri batik, industri jasa arsitektur, industri jasa periklanan.

Ekonomi kreatif sama dengan keseluruhan dari industri kreatif, yaitu seluruh industri yang tercakup dalam kelompok industri kreatif.

Menurut Howkins, Ekonomi Kreatif terdiri dari

  • periklanan,
  • arsitektur,
  • seni,
  • kerajinan,
  • desain,
  • fashion,
  • film,
  • musik,
  • seni pertunjukkan,
  • penerbitan,
  • penelitian dan pengembangan (R&D),
  • perangkat lunak,
  • mainan dan permainan,
  • televisi dan radio, dan
  • permainan video.

Muncul pula definisi yang berbeda-beda mengenai sektor ini. Namun sejauh ini penjelasan Howkins masih belum diakui secara internasional.

Demikian info tentang Pandangan tentang Industri Kreatif semoga bermanfaat.

Sumber: Sukses Membangun Industri Kreatif, Irwan Sudayat SE

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.